10 Tips Untuk Membuat Potret Keluarga Besar

10 Tips Untuk Membuat Potret Keluarga Besar

Bagaimana sih tips yang tepat untuk membuat potret keluarga besar itu? Mudah kawan, ada beberapa tips yang tepat untuk Anda apabila belum pernah melakukan pemotretan keluarga besar. Sebagai saran, jika Anda memang baru belajar potret alangkah baiknya Anda jujur terhadap keluarga besar yang Anda potret tersebut bahwa Anda baru belajar potret, dipastikan mereka bersedia untuk menjadi peserta yang siap membantu diri Anda segera keluar dari zona belajar tersebut dan dipastikan Anda akan memperoleh beberapa foto paling terbaik dalam bursa. Namun yang terpenting, langkah yang paling tepat untuk melakukan potret keluarga besar harus menyenangkan diri Anda sekaligus keluarga yang Anda potret.
Nah, berikut ini ada 10 tips untuk membuat potret keluarga besar yang lebih baik dan memiliki sesi foto yang menyenangkan :

1. Gunakanlah Tripod Jika Memungkinkan
Tripod memang identik dengan gaya Anda. Namun jika menggunakan tripod memang terlalu rumit dan berat, tapi gaya bebas lebih mudah tercipta. Ada beberapa kasus seperti halnya Anda sedang melakukan pemotretan anak-anak yang sedang berjalan atau sedang berdokumenter, langkah yang baik untuk dilakukan harus menembak tangannya. Namun Anda juga harus pertimbangkan sisi lain dari point. Saat difoto sebagian orang pasti merasa gugup. Jadi hal tersebut merupakan tugas Anda untuk memastikan subjek Anda merasa santai dan nyaman. Bahkan jika Anda tergolong seorang photografer baru belajar, pasti Anda juga merasakan gugup. Iya bukan? Namun apabila Anda menempatkan kamera Anda di tripod maka ada keuntungan besar yakni fokus mata Anda menjauh dari lensa kamera, dengan demikian Anda benar-benar memperoleh kontak mata sesuai titik fokus yang tepat.

2. Lakukan Tembakan Manual Pada Sambungan Mode
Apabila Anda sudah mengatur asumsi yang dirasa tepat maka pilihlah lokasi dan waktu yang tepat. Artinya jika Anda sudah melakukan pengaturan eksposur jangan pernah melakukan perubahan. Namun apabila Anda memasukkannya dalam prioritas shutter atau aperture maka hal ini bergantung terhadap modus matering yang Anda pilih karena kamera dapat memilih eksposur berbeda-beda dari setiap frame. Pasti Anda tak menginginkan hal seperti ini bukan? Jadi konsistensi itu penting. Nah, untuk menjaga konsistensi eksposur Anda ketika melakukan tembakan maka gunakanlah Mode Manual.

3. Kunci Fokus atau Gunakanlah Fokus Manual
Sama seperti keinginan Anda yang tidak ingin merubah eksposur dari frame pertama ke frame yang lainya, tapi jika eksposur berubaha maka fokus harus Anda sesuaikan. Apabila Asumsi Anda mengambil fokus dengan menggunakan tripod maka dipastikan eksposur tidak akan akan bergerak. Namun apabila Anda mengajukan kelompok dalam posisi relatif statis maka mereka juga dipastikan tak akan bergerak. Yang pasti disini hanya peduli dengan keaktifan bergerak mendekati kamera atau menjauhi kamera. Jadi atur kamera Anda dalam posisi up dengan cara kunci fokus yang ingin Anda gunakan atau gunakan fokus manual. Apabila Anda memakai tombol shutter maka seseorang akan bergerak sedikit maka fokus dot dipastikan menyentuh latarbelakang.

4. Atur Pose Orang Dengan Kepala Terhuyung
Apa yang ingin Anda lakukan untuk menghindari garis lurus, kolom atau baris yang membosankan di titik kepala seseorang. Garis diagonal lebih dinamis dan bisa menambah minat untuk gambar, oleh karena itu cobalah melakukannya dengan sekelompok Anda. Bayangkan saja jika ada garis yang ditarik dari wajah pertama ke wajah berikutnya. Untuk itu gunakanlah alat peraga seperti kursi untuk membuat orang berpose duduk. Gunakanlah benda secara alami untuk pose mereka atau apabila Anda tidak menyediakan bantuan alat peraga maka Anda bisa mengatur pose mereka dengan kepala terhuyung.

5. Usahakan Jika Anda Potret Anak-Anak Ekspresinya Harus Senyum atau Ceria
Sering ditemukan anak-anak ketika masuk sesi foto banyak sekali anak-anak yang terlihat tertekan atau takut ketika di foto bersama keluarga besarnya. Nah, untuk mengatasinya hal semacam ini, Anda bisa membawa sebuah alat peraga seperti membawakan mainan khusus anak-anak seperti boneka dan sebagainya.

6. Jika Pose Orang Membungkuk, Aturlah Pose Orang Tersebut Agar Terlihat Lebih Nyaman
Ini merupakan aturan paling umum agar hasil pemotretan terlihat bagus. Orang biasanya cenderung dengan posisi berdiri kaku atau membungkuk. Nah, untuk itu And perlu membenahi posisi mereka agar bagian tubuh bisa terlihat alami. Tidak ada pose seseorang yang berdiri kaku seperti papan karena hal ini sangat memperburuk citra pemotretan Anda.

7. Pose Orang Untuk Menyanjung Mereka
Apabila seseorang mempunyai tubuh yang lebih besar bagian bawahnya maka mereka harus berjalan menjauhi kamera dengan lensa sudut lebar. Selain itu, bagi orang yang memang benar-benar bertubuh besar maka gunakanlah posisi berbaring di rumput dan anak-anaknya menuumpuk diatasnya. Dipastikan pose ini bisa menyembuyikan besarnya tubuh seseorang yang ingin terlihat kecil di depan kamera.

8. Pencahayaan Merupakan Kunci Untuk Memperoleh Hasil Poto Yang Baik
Cahaya memang dapat membuat foto itu terlihat bagus atau bahkan bisa menghancurkan foto. Hal yang terpenting untuk melakukan pemotretan itu ialah memperoleh pencahayaan tepat pada mata subjek Anda. Banyak sekali cara untuk melakukan hal ini agar pencahayaan saat melakukan pemotretan bisa ternilai sempurna. Usahakan dalam melakukan protet, idealnya larut malam. Tepatnya satu jam sebelum munculnya senja. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan matahari jelas rendah pada cakrawala dan pastinya Anda tidak akan mendapatkan lampu overhead yang kuat jika melakukan pemotretan tengah hari.

9. Ekspresi ialah segalanya
Apabila pencahayaan merupakan raja maka ekspresi yang tepat merupakan segalanya. Anda bisa saja mengacaukan pose dan pencahayaan, tapi apabila Anda bisa mendapatkan ekspresi tertawa yang alami dipastikan hal yang sulit dan jika berhasil maka Anda menjadi hits. Lantas bagaimana untuk melakukannya? Apabila bayi atau anak-anak kecil juga terlibat dalam sesi foto maka pastikan mereka mendapatkan perhatian khusus dari Anda. Hal ini dikarenakan tidak mudah membuat seorang bayi atau anak kecil berekspresi indah atau tersenyum. Nah, untuk membuat anak kecil tersenyum bisa meminta bantuan kepada orang tua mereka bahwa dengan cara apa anak tersebut bisa tersenyum.

10.   Akhir Sesi Pemotretan, Usahakan Gambar Yang Anda Ambil Benar-Benar Sempurna
Tips yang terakhir ialah usahakan dalam pengambilan gambar harus sempurna. Buatlah beberapa gambar yang benar-benar bloon di akhir sesi pemotretan apabila energi mulai memudar. Beritahu mereka untuk membuat squish kelompok. Seringkali buat mereka untuk ekspresi tertawa agar Anda bisa memisahkan dalam pengambilan tembakan. Meminta mereka dengan gaya lompat di udara atau meminta mereka dengan wajah yang konyol juga bisa Anda lakukan di akhir pemotretan.

Itulah 10 tips untuk melakukan pemotretan keluarga besar. Semoga tips diatas bisa membantu Anda dalam melancarkan pekerjaan atau hobby Andasebagai seorang photografer profesional.

Image : mandirabaruga.com

Leave a Comment: