Makna Foto Keluarga Yang Ingin Bahagia

Makna Foto Keluarga Yang Ingin Bahagia

Foto keluarga dapat dianggap sebagai artefak budaya dan merupakan salah satu hal penting yang dapat Anda miliki di rumah anda. Karena, foto dapat mendokumentasikan peristiwa yang membentuk kehidupan sebuah keluarga. Ketika kehidupan yang ada disekitar anda berubah, satu – satunya bentuk materi biografi sederhana yang dapat ditinggalkan dan menjadi pengingat setiap momen berharga dalam keluarga anda adalah foto. Dengan menyimpannya dalam album foto, maka hal tersebut juga seperti membentuk rekaman sejarah sendiri. Maka makna foto keluarga yang ingin bahagia sangatlah penting.

Makna di balik foto – foto mengasumsikan bahwa foto adalah sarana komunikasi. Satu foto keluarga bisa menjadi perwakilan dari sepotong peristiwa kecil sehingga dapat menceritakan sebuah cerita. Sama seperti cerita keluarga, foto menunjukkan hubungan dalam dan di antara keluarga, tidak hanya dengan anggota keluarga kecil saja melainkan juga foto bersama dengan seluruh anggota dalam keluarga besar anda.

Memang, album foto keluarga yang kita miliki adalah cara mudah untuk memulai memperkenalkan sejarah keluarga kepada orang lain, karena dari foto kita dengan mudahnya dapat menemukan topik pembicaraan yang akan kita ceritakan kepada orang lain. Contohnya seperti memperkenalkan anggota keluarga secara tidak langsung kepada kerabat dekat/teman. Momen – momen yang biasanya diabadikan dalam foto keluarga antara lain, adanya kelahiran, pernikahan, merayakan kelulusan, atau foto keluarga yang memang sudah direncanakan dengan matang untuk memperbaharui foto keluarga yang sudah lama karena adanya penambahan atau berkurangnya anggota keluarga. Anda harus tahu makna foto keluarga yang ingin bahagia.

Tetapi tidak selamanya foto keluarga dibuat secara formal atau foto jika hanya ada acara – acara yang istimewa saja. Foto keluarga juga dapat dibuat sendiri saat acara – acara santai atau dengan spontan seperti liburan keluarga, acara makan – makan keluarga di akhir pekan, dll.

Prinsip utama yang perlu dipertimbangkan ketika menafsirkan foto adalah bahwa foto diproduksi oleh pilihan. Pilihan tentang siapa, apa, kapan dan di mana untuk memotret bisa menjadi objek oleh fotografer. Kamera tidak hanya merekam peristiwa tetapi juga mencatat apa yang fotografer pilih untuk dilihat.

Foto – foto adalah pernyataan dari persepsi seseorang tentang dunia, mereka adalah refleksi dan definisi diri. Jika seseorang yang memiliki keluarga yang bahagia, maka orang lain yang melihatnya mungkin menganggap orang itu adalah sesosok anggota keluarga yang baik. Tetapi fotografer keluarga juga bukan satu – satunya orang yang memiliki wewenang untuk membentuk citra keluarga. Ada editor foto yang mungkin juga ikut serta dalam mengedit foto.Beberapa foto – foto yang bagus dipilih untuk dipajang dalam album, sementara sisa foto yang lainnya dibuang. Pengendalian proses editorial bisa sama pentingnya dengan kontrol atas produksi foto – foto yang telah dipotret. Keputusan mengenai apa yang harus disimpan, dibuang dan dipajang dapat memberikan informasi berharga tentang membuat sebuah citra keluarga di album foto.

Leave a Comment: